Penyebab setrika uap meledak sebaiknya diketahui agar tidak menimbulkan kejadian yang membahayakan usaha laundry anda. Kabar tentang setrika uap yang tiba-tiba mengeluarkan ledakan kecil, menyemburkan air panas, atau bahkan merusak pakaian, bukanlah hal baru. Sayangnya, banyak pengguna yang tidak memahami apa sebenarnya penyebab setrika uap meledak dan bagaimana cara mencegahnya.
Setrika uap telah menjadi primadona bagi usaha laundry dan rumah tangga modern. Alasannya sederhana, yaitu pakaian jadi lebih cepat rapi, hasilnya halus, dan waktu menyetrika pun lebih efisien. Namun,

Penyebab setrika uap meledak
di balik kepraktisan itu, ada satu risiko yang sering diabaikan, setrika uap bisa meledak.
Penyebab Setrika Uap Meledak yang Wajib Diketahui
Untuk memahami kenapa setrika uap bisa meledak, harus tahu dulu bagaimana alat ini bekerja. Setrika uap menggunakan sistem pemanasan air menjadi uap, yang kemudian disemprotkan ke pakaian melalui lubang-lubang kecil di bagian tapak besi. Uap panas inilah yang membantu melunakkan serat kain dan membuat lipatan lebih mudah diluruskan.
Setrika uap terdiri dari tangki air, elemen pemanas, katup pengatur uap, dan thermostat atau sensor suhu. Jika salah satu komponen tersebut rusak atau bekerja di luar batas normal, maka tekanan di dalam tangki bisa meningkat drastis. Dan inilah awal dari potensi ledakan kecil atau besar.
Ledakan pada setrika uap tidak terjadi begitu saja. Biasanya, diawali oleh gabungan antara tekanan berlebih, kerusakan mekanis, dan kelalaian pengguna. Berikut penyebab setrika uap meledak.
1. Penumpukan tekanan uap berlebihan
Ini merupakan penyebab paling umum dan paling berbahaya. Ketika air dipanaskan di dalam tangki tertutup, uap akan terbentuk dan menekan ke segala arah. Normalnya, katup uap akan membuka otomatis untuk mengeluarkan tekanan berlebih.
Namun jika katup uap tersumbat kerak, lubang ventilasi tertutup, atau sensor suhu gagal mendeteksi batas panas, maka tekanan uap akan terus meningkat. Akibatnya, bagian tangki bisa pecah atau tutup setrika bisa terpental seperti ledakan mini.
2. Kerusakan elemen pemanas
Elemen pemanas berfungsi mengubah energi listrik menjadi panas. Jika elemen ini rusak atau korslet, maka panas yang dihasilkan bisa tidak terkontrol. Akibatnya air mendidih terlalu cepat, tangki terlalu panas, dan uap terbentuk lebih cepat dari kemampuan keluaran katup.
Dalam beberapa kasus, elemen yang terus menyala tanpa henti dapat menyebabkan overheating dan memicu letupan uap atau melelehnya komponen plastik di sekitarnya.
3. Endapan kapur dan kotoran air
Sumber air yang diisi memiliki kadar mineral tinggi, terutama kalsium dan magnesium. Ketika air dipanaskan berulang kali di setrika, maka mineral tersebut akan mengendap menjadi kerak kapur. Kerak inilah yang menyumbat jalur uap dan katup tekanan. Akibatnya, tekanan yang seharusnya keluar justru terjebak di dalam tangki. Jika endapan terus bertambah dan tidak pernah dibersihkan, maka risiko ledakan meningkat signifikan.
Namun banyak yang mengira kerak hanya menyebabkan setrika macet, padahal secara teknis merupakan bom tekanan mini yang diam-diam siap meledak kapan saja.
4. Korsleting listrik dan overheating
Setrika uap merupakan alat listrik dengan kombinasi panas, air, dan logam. Ketiga elemen yang sangat sensitif terhadap gangguan arus dan dapat menjadi penyebab setrika uap meledak.
Jika kabel terkelupas soket longgar, atau ada kebocoran air yang menyentuh bagian kelistrikan, maka akan terjadi korsleting. Akibat yang ringan setrika mati mendadak dan akibat yang berat akan timbul percikan api maupun ledakan akibat hubungan arus pendek.
Ledakan kecil jarang terjadi tanpa tanda-tanda. Biasanya, terdapat beberapa gejala yang muncul lebih dulu seperti terdengar suara mendidih keras meski tombol uap belum ditekan, uap keluar tersendat atau menyembur tidak wajar, tercium bau gosong dari bagian bawah, dan lampu indikator berkedip tak wajar atau mati total.
Jika hal ini terjadi, maka harus mematikan setrika dengan segera, mencabut kabel dari listrik, menjauhkan dari benda mudah terbakar, dan jangan membuka tangki secara langsung karena tekanan bisa masih tinggi. Setelah benar-benar dingin, baru melakukan pemeriksaan atau bawa ke teknisi.
Namun beberapa model setrika uap modern sudah memiliki fitur auto shut off saat panas berlebih, tapi model lama atau produk murah sering tidak memiliki sistem pengaman ini.
Penyebab setrika uap meledak tidak muncul tiba-tiba. Setrika uap memang alat sederhana, tetapi bekerja dengan prinsip yang sama seperti mesin uap dengan memanfaatkan tekanan tinggi dalam ruang tertutup. Dengan melakukan perawatan yang benar, maka setiap pengguna bisa mencegah risiko ini.

